Tampilkan postingan dengan label mistery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mistery. Tampilkan semua postingan

16 Apr 2011

Monster Loch Ness

Loch Ness Monster dipercaya hidup di perairan Danau Loch Ness wilayah utara Skotlandia, Inggris. Ratusan orang selama ratusan tahun mengklaim pernah melihat wujud monster menyembul di permukaan danau yang senantiasa tenang itu.
Namun hingga kini, monster yang berjuluk Nessie itu tetap menjadi misteri. Apakah monster ini memang ada?
Sejumlah ilmuwan selama puluhan tahun terakhir berupaya keras melakukan serangkaian penelitian terhadapnya, namun Nessie–seperti kebanyakan makhluk legenda lainnya–memilih untuk menyembunyikan identitasnya, mengubur diri di kedalaman danau yang belum terselami hingga ke dasarnya itu.

Kisah tentang Nessie diawali oleh sebuah deskripsi dalam naskah kuno dari abad ke-7. Dalam sebuah catatan tentang rohaniawan Kristen berjudul “Life of St Columba” tulisan Adamnan, ada satu penjelasan mengenai sesosok monster di Danau Loch Ness.
Disebutkan pada tahun 565, rohaniawan St Columba menolong orang-orang Suku Pict (penduduk Skotlandia Kuno) yang tiba-tiba diserang makhluk air raksasa saat berlayar di Danau Loch Ness. Dengan merapal doa dari daratan, St Columba berhasil mengusir monster tersebut.

30 Jun 2010

Fenomena Segitiga Bermuda

http://gingswolf.files.wordpress.com/2009/11/segitiga_bermuda.jpg
Para ilmuwan sering merasa kesulitan meneliti banyaknya fenomena misterius yang terjadi di dunia ini. Satu dari sekian banyak fenomena aneh yang sangat membingungkan, dan masih menjadi kajian adalah Segitiga Bermuda. Bagaimana hakikat sebenarnya? Apakah fenomena yang terjadi dapat dijelaskan secara rasional?

Sekilas tentang Bermuda.

Kata “Bermuda” berarti bulan ke tujuh dalam tahun Qibthi. Tetapi seorang ilmuwan Amerika yang berasal dari Puerto Rico mengemukakan bahwa makna “Bermuda” dalam bahasa-bahasa kuno yang tersebar di wilayah Bermuda tersebut mengandung arti Pantai Cahaya. Hal itu disebabkan iblis menempati wilayah itu dan menyatakan bahwa ia adalah Dewa Cahaya dan Dewa Pencerahan.
Luas Pulau Bermuda sekitar 53 kilometer persegi dengan jumlah penduduknya mencapai 70.000 jiwa. Ibu kotanya adalah sebuah kota yang disebut Hamilton. Keseluruhan kawasan Bermuda merupakan gugusan pulau yang berjumlah 347 pulau karang (coral reef islands) dengan beberapa teluk kecil.

Seluruh kepulauan tersebut terletak di Samudera Atlantik. Berjarak sekitar 930 km dari Amerika Serikat. Yang sangat aneh adalah dari seluruh pulau yang berjumlah 347 ini, hanya 20 pulau saja yang berpenduduk. Penduduk di situ menganggapnya sebagai jajahan para arwah jin dan anak-anak setan yang menjadi Tuhan.

Bersamaan dengan masuknya penjajahan Inggris pada tahun 1684 M, masuklah agama Kristen, meskipun pada awalnya tidak diterima namun kemudian para dukun menganggapnya sebagai cabang dari agama mereka atau syariat baru yang cocok dengan perkembangan zaman. Sejak tahun 1968, pulau itu berubah menjadi beberapa negara otonom yang terpisah dari pemerintahan Inggris.

Fenomena yang mengerikan.

Segitiga Bermuda adalah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh seorang penulis berkebangsaan Amerika, Vincent Judith. Ia mengatakan “Sesungguhnya disana terdapat suatu daerah berbentuk segitiga yang meliputi daerah Pantai Timur Florida – Puerto Rico dan kepulauan Bermuda.

Jika diambil garis lurus dari ketiganya nampaklah sebuah segitiga yang saling berhubungan yang disebut Segitiga Bermuda. Segitiga Bermuda muncul sebagai misteri yang sulit diungkapkan hingga kini. Karena itu banyak orang menyebutnya dengan sebutan Segitiga Setan, Segitiga Kematian, dan Kuburan Atlantik.
Peristiwa-peristiwa misterius tetap berlanjut dengan banyaknya kapal-kapal dan pesawat yang hilang saat memasuki daerah Segitiga Bermuda. Anehnya, hilangnya kapal-kapal dan pesawat ini tidak pernah meninggalkan bekas dan tanda-tanda yang dapat diselidiki.

Peristiwa hilangnya kapal-kapal dan pesawat pun tetap berlanjut, sebagian diantaranya sebagai berikut:

-Tahun 1947, pesawat C-45 hilang dalam jarak 150 km dari Segitiga Bermuda.

-Tahun 1948, pesawat Theodore-4 yang memiliki empat mesin pendorong hilang beserta 31 orang penumpangnya.

-Tahun yang sama pesawat DC-3 hilang beserta penumpangnya yang berjumlah 32 orang tanpa meninggalkan bekas.

-Tahun 1949, pesawat Theodore 4 kedua juga hilang tanpa bekas.

-Tahun 1950, pesawat besar Amerika “Globe Master” milik AU Amerika hilang tanpa bekas.

-Tahun yang sama kapal barang Amerika-55 Sandra, yang memiliki panjang lebih dari seratus meter hilang tanpa meninggalkan bekas.

-Tahun 1952, pesawat pengangkut milik Inggris “York” hilang bersama 33 penumpangnya tanpa bekas.

-Tahun 1954, pesawat amphibi Amerika tipe Lockheed hilang bersama seluruh penumpangnya tanpa meninggalkan bekas.

-Tahun 1956, pesawat ampibi Amerika tipe Marteen P5M hilang bersama seluruh awaknya tanpa bekas.

-Tahun 1962, pesawat pengisi bahan bakar jenis KB-50 milik AU Amerika hilang tanpa jejak.

-Tahun 1963, kapal pengangkut milik Amerika Marine Silver Queen yang panjangnya mencapai 130 meter hilang bersama semua penumpangnya tanpa meninggalkan jejak.

-Tahun yang sama dua pesawat latih dan perbekalan milik AU Amerika jenis Stratoo hilang tanpa bekas.

-Tahun 1968, pesawat militer jenis YC-122 yang dimodifikasi menjadi pesawat pengangkut hilang tanpa bekas.

-Tahun 1970, pesawat angkut milik Prancis “Milton Patreds” hilang beserta semua orang dan barang yang ada.

-Tahun 1973, pesawat angkut milik Jerman “Anita” yang berbobot mati 20.000 ton hilang bersama 32 penumpangnya tanpa bekas.

-Tahun 1974, pesawat perang hilang pada jarak 900 mil dari barat daya pulau Azores, Amerika.

Peristiwa-peristiwa hilangnya kapal-kapal dan pesawat terus berlanjut setiap saat, walaupun pada masa-masa sekarang semakin berkurang disebabkan tidak ada lagi yang melintasi dan mendekati daerah Segitiga Bermuda tersebut sebagai sikap hati-hati dalam lintas penerbangan dan pelayaran.

Secera geografis, Segitiga Bermuda merupakan bagian barat Samudera Atlantik, diduga bentuknya seperti Segitiga yang terletak dekat pantai Tenggara Amerika. Daerah yang membentang dari Bermuda di Utara sampai Selatan Florida. Arah Timurnya dekat Bahama melewati Puerto Rico hingga lintang barat 40o, kemudian kembali ke Bermuda.

Tidak heran bila Segitiga Bermuda mendapat banyak julukan yang sangat menakutkan. Hampir seluruh kapal dan pesawat yang raib tidak dapat memberikan sinyal atau hubungan dimana kekuatan gaib yang meliputinya membuat seluruh peralatan dan alat penghubung bergerak tidak beraturan dan mati seketika.

Orang-orang jenius dan pemecahannya.

Banyak ilmuwan dan para pemikir mengadakan penelitian dalam upaya mencari penyelesaian dan mengetahui alasan-alasan logis ihwal apa yang terjadi. Muncullah puluhan buku-buku yang menegaskan banyaknya kapal dan pesawat yang hilang di daerah Segitiga Bermuda yang menakutkan itu.
Diantaranya yang paling terkenal adalah buku EL TRIANGULO DE LES BERMUDA karangan Charles Berlitz Johanes Potlar, seorang penulis dan peneliti yang memiliki empat buku dan semuanya merupakan usaha pemecahan misteri itu. Buku-bukunya antara lain: lebih cepat dari lift, perjalanan tanpa akhir, mimpi kemanusiaan, dan loncatan masa.
Tetapi seorang peneliti dari Amerika, Evan Sunderson menyimpulkan bahwa kasus-kasus kehilangan di Segitiga Bermuda disebabkan adanya pusaran air atau dalam istilah lain “titik-titik rawan”, karena daerah Segitiga Bermuda merupakan pertemuan antara arus panas dan arus dingin.

Berbagai aliran air yang berlawanan itu mengarah ke arah atas dan bawah. Sunderson juga yakin bahwa gerakan kuat aliran-aliran itu berlawanan dan terpengaruh oleh perbedaan derajat panas yang mengakibatkan terjadinya pusaran magnetik yang merupakan penyebab seluruh tragedi ini.

Namun teori Sunderson ditolak karena tidak dillandasi argumen sehingga tidak ada yang menegaskan aliran-aliran air yang berlawanan dilautan berpengaruh terhadap magnet bumi. Selain itu teori Sunderson tidak menafsirkan bagaimana peranan tempat-tempat serupa yang disebut “kuburan setan” pada daratan.

Tempat-tempat itu ada di Kutub Utara, Kutub Selatan, di sebelah Utara padang pasir luas dan di daerah Barat Laut India. Kemudian, teori ini pun gagal dalam menafsirkan ihwal mengapa ditemukan banyak kapal dan bangkai pesawat tanpa ada bangkai manusia.

Pandangan Supranatural

Ada teori yang menjelaskan dan menafsirkan apa yang terjadi di Segitiga Bermuda. Teori itu menyatakan bahwa sebab semua itu adalah karena adanya roh-roh yang disiksa di alam sana, khususnya arwah orang-orang negro yang teraniaya. Lalu dijelaskan bahwa terdapat jutaan roh bergentayangan di daerah itu, yaitu pada permulaan masa perbudakan di Amerika ketika mereka diangkut dengan kapal dari Afrika menuju Amerika.
Pencetus teori ini adalah seorang psikolog Inggris Kennets Machol. Ia yakin arwah-arwah tidak suka menyakiti atau menakut-nakuti manusia, tetapi mereka berusaha menampakkan dirinya untuk memberi tahu manusia bahwa mereka adalah arwah yang belum mati secara wajar. Machol juga yakin dengan memberikan doa khusus yang dapat menenangkan arwah penasaran tersebut.
Sama seperti teori Machol, seorang pendeta yang telah pensiun bernama Oumand berpendapat bahwa fenomena segitiga bermuda adalah fenomena gaib yang disebabkan banyaknya roh-roh penasaran yang dulunya mati secara tidak wajar.
Terlepas dari itu semua, kita yakin bahwa fenomena misterius yang terjadi di dunia ini tentunya tidak luput dari bagaimana kita menyikapinya dan dari sudut mana kita memandangnya. Tetapi kita juga harus ingat bahwa seluruh kehidupan ini adalah milik Sang Pencipta. Hal-hal gaib memang sulit untuk dimengerti, tetapi bagi Tuhan, hal itu merupakan bagian dari skenario penciptaan-Nya.

sumber :http://ingatini.blogspot.com/2010/06/segitiga-bermuda-antara-mitos-dan.html

27 Apr 2010

Tujuh Kehilangan Paling Misterius

Orang menghilang mungkin dah biasa terjadi, tapi kadang ada beberapa kasus kehilangan yang sangat sulit untuk dijelaskan/misterius.
Berikut 7 kasus kehilangan orang paling misterius

Spoiler for Virgina Dare, 1587:


Virginia Dare hanyalah salah satu dari banyak orang (87 laki-laki, 17 perempuan dan 11 anak-anak, tepatnya) dari pulau Roanoke, salah satu koloni Inggris di Amerika yang menghilang tanpa jejak. Apa yang menonjol tentang Virginia, adalah bahwa dia adalah anak pertama dari orangtua Inggris yang dilahirkan di Amerika. Bahkan, faktanya, kakek Virginia, John White, adalah orang pertama yang menemukan bahwa koloni itu hilang. Tahun 1587, John berlayar kembali ke Inggris untuk mencari bantuan dan suplai untuk daerah koloni. Ketika ia kembali lagi tahun 1590, semuanya telah pergi kecuali sebuah tulisan CROATOAN yang diukir pada sebuah pohon.





Spoiler for Theodosia Burr Alston, 1812:


Theodosia adalah putri Wakil Presiden Aaron Burr. Dia menjalani kehidupan yang sangat mempesona hingga 1812 . Selain itu, ia dikenal sebagai wanita Amerika paling terdidik saat itu, ia menikah dengan seorang pemilik tanah kaya dan politikus serta memiliki seorang putera yang dinamakan dengan nama ayahnya. Pada tahun 1812, Theodosia lelah dari menarik hati atas nama ayahnya. Dia dibebaskan dari pengkhianatan dan memutuskan lebih baik untuk menghabiskan waktu di Eropa. Theo merencenakan untuk kembali ketika anaknya meninggal. Dia masih belum pulih benar dari shock ketika dia naik ke Patriot di Georgetown untuk bertemu ayahnya di New York. Sayangnya hal itu tidak pernah terjadi. Setelah naik kapal Patriot, Kapal itu dan Theodosia tidak pernah terlihat lagi. Tentu saja, kebanyakan teori mengatakan bahwa perahu karam dalam badai. Tetapi beberapa legenda mengatakan Patriot ditangkap oleh bajak laut, yang membuat Theo dan orang2 sekapal dia berjalan di atas papan. Versi lain dari ini adalah bahwa Theo terpaksa menjadi simpanan bajak laut.

Salah satu teori yang agak dipercaya adalah salah satu yang melibatkan seorang kepala suku Indian Karankawa. Dia diduga menemukan sebuah kapal rusak di pantai dan menemukan Theo, dirantai ke sekat dan telanjang kecuali sebuah liontin emas diukir dengan namanya. Dia menyelamatkannya dan dia mengatakan bahwa dia adalah anak dari orang yang sangat penting dan jika kepala suku itu berjumpa dengan orang kulit putih, ia harus memberinya liontin itu dan menjelaskan apa yang terjadi. Dia memberinya liontin itu dan segera meninggal setelahnya.



Spoiler for Benjamin Briggs and the passengers and crew of the Mary Celeste, 1872:


Satu hal yang paling menarik dari kapal Mary Celeste adalah karena kapal itu ditemukan, tetapi tanpa penumpangnya.

Mary Celeste mungkin telah dikutuk dari awal, kapten pertama meninggal dalam perjalanan awalnya. Dia diluncurkan pada perjalanan terakhirnya pada tanggal 5 November 1872, dari Staten Island ke Genoa, Italia. Sebulan kemudian kapten Gratia Dei, yang tahu Kapten Benjamin Briggs, melihat Mary Celeste terapung di sepanjang menuju Selat Gibraltar. Meskipun kapal itu hanya terapung, tidak ada sinyal marabahaya terbang. Beberapa kru Dei Gratia pergi ke Celeste Maria dalam sebuah perahu kecil dan naik ke atasnya. Saat itu kapal basah, tapi dalam kondisi baik. sekocinya hilang dan sepertinya sengaja diluncurkan. Sebuah pasokan makanan dan air untuk enam bulan sudah ditinggalkan, bersama dengan semua dokumen kapal kecuali catatan kapten.

Teori yang paling masuk akal berdasarkan dari muatan yang dibawa Mary Celeste - ada lebih dari 1.000 barel alkohol. Ketika kapal itu dibongkar, sembilan barel ini ditemukan kosong. Teorinya adalah bahwa ketika muatan dibuka, sembilan barel bocor mengakibatkan embusan asap yang mengarah untuk percaya kapten kapal itu akan meledak. Dia pada dasarnya ketakutan, memerintahkan semua orang untuk masuk ke dalam sekoci dan lupa untuk mengamankan sekoci ke kapal.

Teori lain adalah ada awak kapal minum alkohol, membunuh Kapten dan mencuri sekoci untuk melarikan diri.



Spoiler for Penjaga mercusuar di kepulauan Flannan, 1900:


Pada Desember 1900, penjaga mercusuar di Kepulauan Flannan lepas pantai Skotlandia lenyap. Ini pertama kali dicatat ketika satu kapal melalui mercusuar pada tanggal 15 dan melihat lampu itu tidak bekerja. Hal ini lalu dilaporkan, namun tampaknya tak ada yang dilakukan sampai beberapa kru dengan peralatan pergi ke mercusuar pada 26 Desember. Ketika tidak seorang pun keluar untuk menyambut mereka, mereka masuk mercusuar dan menemukan gerbang pintu masuk dan pintu utama tertutup, tempat tidur tidak dirapikan, jam berhenti dan sebuah kursi yang terbalik di dapur. Pulau ini secara serius mencari keberadaan para penjaga tersebut ataupun petunjuk untuk keberadaan mereka, tetapi satu-satunya yang ditemukan adalah beberapa kerusakan yang ditimbulkan oleh badai. Meskipun ini mungkin tampak seperti petunjuk, sebuah catatan yang ditinggalkan oleh para penjaga menyatakan badai ini terjadi sebelum mereka menghilang.

Dewan Mercusuar Utara menyimpulkan bahwa orang-orang itu telah tenggelam dan tersapu ke laut. Desas-desus beredar, salah seorang penjaga membunuh dua lainnya, lalu menenggelamkan diri karena rasa bersalah. Adanya ular laut juga kemungkinan, bersama dengan prospek bahwa mereka telah diculik atau diserang oleh kelompok mata-mata atau diserang oleh kapal hantu?



Spoiler for Dorothy Arnold, 1910:


Dorothy adalah putri seorang importir parfum kaya dan keponakan dari Pembantu hakim Mahkamah Agung. Setahun sebelumnya, ia telah menghabiskan waktu seminggu dengan seorang pria yang akan menyebabkan sebuah malu yang besar kepada keluarga Arnold bila hal ini diketahui publik, jadi bukannya melaporkan putrinya hilang, ayahnya melakukan investigasi sendiri melalui Pinkertons. Enam minggu kemudian, ia menyerah dan menelepon polisi. Pria yang dilihatnya itu, George Griscom, Jr, berpikir bahwa Dorothy mungkin telah melakukan bunuh diri setelah tulisannya ditolak oleh majalah. Teman2nya berpikir dia bunuh diri karena Griscom tidak akan menikahinya. Dan ayahnya mengira dia telah diculik di Central Park. Isu lain yang beredar bahwa ia telah hamil dan meninggal saat aborsi yang gagal. Sejauh ini, tidak ada yang tahu kebenaran pasti karena tidak ada bukti apa pun yang pernah muncul.



Spoiler for Amelia Earhart, 1937:


Bertujuan untuk mengelilingi dunia, Amelia Earhart lepas landas dengan pesawatnya, Electra dari Miami dengan navigator Fred Noonan pada tanggal 1 Juni 1937. Setelah banyak perhentian, mereka berakhir di Lae, New Guinea pada tanggal 29 Juni. Mereka telah menyelesaikan langkah baik perjalanan mereka - sekitar 22.000 mil. Hanya 7.000 mil tersisa dari perjalanan yang menentukan. Pada tanggal 2 Juli, pasangan itu menuju pulau Howland, yang ternyata mereka telah mengambil langkah yang buruk. Komunikasi terputus dan mereka menghilang. Upaya pencarian dilakukan satu jam setelah komunikasi terakhir Amelia.

Jelasnya, mereka tak pernah ditemukan, meskipun upaya pencarian besar yang melibatkan dana $ 4 juta, Angkatan Laut dan Penjaga Pantai. Upaya mereka mencakup pencarian dari Pulau Gardner (sekarang Nikumaroro) yang telah tidak berpenghuni selama lebih dari empat dekade. Sejak itu, beberapa artefak telah ditemukan pada Nikumaroro termasuk sepotong Plexiglass jelas dengan ketebalan yang tepat dan lengkungan sebagai jendela Electra dan sebuah sepatu berukuran sembilanyang tampak seperti sepatu Amelia.

Beberapa teori sekitar kepergiannya ternyata cukup menarik. Banyak oran berpikir dia mungkin mata-mata untuk FDR dan Jepang mungkin ada hubungannya dengan kepergiannya. Sebagai contoh, pada tahun 1966, koresponden CBS menerbitkan sebuah buku yang mengatakan Amelia dan Fred ditangkap dan dieksekusi ketika mereka jatuh di Pulau Saipan. buku lain yang diterbitkan termasuk pernyataan seorang putri dari seorang perwira Jepang yang mengklaim ayahnya telah mengeksekusi Amelia sendiri.

Seorang penulis bahkan mengklaim bahwa sebenarnya Amelia menyelesaikan penerbangan, kembali ke Amerika Serikat dan mulai hidup di bawah nama samaran - Irene Bolam. Irene Bolam yang nyata, digugat sebesar $ 1,5 juta dan bersumpah bahwa dia bukan Amelia Earhart. Studi sejak itu menunjukkan bahwa ia mengatakan yang sebenarnya.
sumber : kaskus

12 Mar 2010

The Devils Tower

Menara Iblis yang dikenal sebagai Devils Tower, terletak di timur laut Wyoming, Amerika Serikat. Tingginya lebih dari 1.266 ft, yang sebanding dengan ketinggian Empire State Building, yang sekitar 1.250 ft tanpa puncak menara. Bukit batu ini terbentuk sekitar 65 juta tahun yang lalu oleh aktivitas gunung berapi.

Legenda Masyarakat Sekitar :

Berbagai legenda banyak bermunculan yang menceritakan tentang asal-usul menara ini. Salah satunya adalah cerita dari Kiowa, Arapaho, Crow, Cheyenne dan suku Sioux, ketakutan sekelompok gadis-gadis kecil dikejar oleh beruang raksasa.
Menurut legenda ini, tujuh gadis Indian suatu hari bermain di hutan. Beruang besar datang kepada mereka dan mengejarnya. Gadis-gadis melarikan diri dengan cepat melalui pepohonan, tetapi beruang perlahan-lahan dapat menyusul mereka.
Karena situasi membuat mereka menjadi putus asa, gadis-gadis melompat ke atas batu karang yang rendah dan berdoa dengan suara keras ke Roh Leluhur untuk menyelamatkan mereka.
Tiba-tiba batu kecil mulai tumbuh ke atas, mengangkat tujuh anak perempuan lebih tinggi dan lebih tinggi ke langit. Beruang yang marah melompat ke sisi menara (batu tersebut) dan meninggalkan bekas cakar, yang dapat dilihat sampai saat ini di atas dinding batu.


Faktanya :

Dikenal oleh orang Indian sebagai Mateo Tepee atau Grizzly Bear Lodge, menara ini sebenarnya adalah sisa gunung berapi ekstrusi yang terjadi 60-70 juta tahun yang lalu.
Tumbuh sekitar 1.200 meter di atas Sungai Fourche Belle, menara ini pertama kali dilihat oleh penjelajah kulit putih dari AS, pada Geological Survey pada tahun 1875.
Para surveyor menyebut batu itu Devils Tower, setelah mereka tahu bahwa nama aslinya adalah "The Bad Allah Tower", begitu para orang Indian setempat menyebutnya.
Pertama kali dipanjat, dengan menggunakan tangga kayu panjang yang melekat pada permukaan batu, pada 4 Juli 1893.
Hari ini, menara ini adalah situs pendakian yang populer dan lebih dari 20.000 ascents telah dibuat. Menara ini masih sangat dihormati sebagai situs pencarian visi orang Indian.
Penggunaannya saat ini masih terus sebagai objek untuk Indian dan non-Indian, dan banyak pengunjung telah melaporkan melihat fenomena cahaya aneh dan UFO yang terbang disekitar puncak menara.
















































Chachapoyas, Misteri Peradaban yang Hilang di Puncak Amazon Peru

ota kuno Chachapoyas, negeri orang-orang awan yang hilang ratusan tahun lalu berhasil ditemukan. Sebutan "masyarakat awan" mungkin karena mengacu pada pegunungan andes yang selalu berselimut awan. Kehidupan dan kebudayaan kota kuno yang eksis sejak abad ke-9 ini, sampai sekarang masih misteri dan sulit diungkap karena mereka tidak banyak meninggalkan "catatan".
Meski hilang tanpa jejak selama ratusan tahun, namun jejak peradaban kota Chachapoyas yang kini masuk wilayah utara Peru, masih bisa ditemukan. Deretan patung-patung menghadap ke matahari terbit yang terkenal dengan sebutan "prajurit awan" tetap berdiri tegak hingga kini. Patung-patung itu melambangkan keperkasaan masyarakat mereka di masa lalu.
Situs Karija ini dibangun hampir 1 milenium. Sebenarnya itu merupakan kuburan, setiap patung melambangkan tokoh yang di makamkan di sana. Mungkin bisa dibilang mirip dengan situs-situs makam di Tanah Toraja, Sulawesi.
Patung-patung itu terbuat dari clay dan plant matt di mana di dalamnya berisi mumi para tokoh Chachapoya. Yang uniknya posisi patung berisi mumi itu sangat sulit dijangkau. Entah bagaimana masyarakat pada jaman itu membawa dan menempatkannya di sana. Sebab, telah diteliti, tidak ada jalan yang bisa diakses menuju tempat itu.
Kisah bangaimana kehidupan di Chachapoyas nyaris menjadi misteri karena tempatnya sangat terisolir. Kota kuno Chachapoyas yang hilang ini, ditemukan tahun 2008 di hutan lebat Amazon, yang sangat terisolir, oleh tim ekspedisi arkeologi. Jaraknya sekitar 500 km sebelah timur laut Lima.
Tim arkeologi menemukan benteng-benteng dari batu serta bangunan-bangunan yang berada di tepi jurang, sisa-sisa tembok yang memuat lukisan-lukisan yang di pahat di bebatuan. Mungkin ini dibangun mereka untuk melindungi dari musuh.
Sayangnya, tidak banyak yang tahu tentang keberadaan kota kuno ini. Hanya sedikit catatan tentang hal itu, termasuk tentang kebudayaan mereka yang berkembang di abad ke-9. Kenyataannya, kota kuno itu berada di puncak ketinggian. Diduga, kota di ketinggian itu sengaja dikembangkan untuk pertahanan terhadap musuh.
Akan tetapi nasib mereka menjadi tak menentu ketika kekaisaran Inca semakin berkembang dan berhasil menaklukkan mereka 500 tahun lalu. Meskipun bangsa Chachapoyas sempat memberi perlawanan keras, namun kekuatan Inca tak tertandingi.
Keberuntungan datang ketika Spanyol datang pada 1535. Sisa-sisa suku Chachapoyas berpihak pada Spanyol untuk berperang melawan suku Inca. Namun kemudian datang penyakit orang Eropa, yakni cacar, yang melenyapkan populasi mereka.
Penulis sejarah Cieza Pedro de León menulis, sosok orang-orang Chachapoyas berkulit putih dan tampan, kaum wanitanya cantik-cantik, itulah sebabnya banyak orang Inca ingin menjadikan mereka istri.
Makam tokoh orang-orang awan ini di chullas, di sisi tebing yang dicat dengan atap runcing, khususnya yang ditemukan di Revash. Namun yang paling mengesankan dari peninggalan konstruksi Chachapoyas adalah Kuelap, benteng monumental yang berada 9.500 meter di atas permukaan laut. Bangunan itu bagian luarnya dilindungi oleh batu-batu besar.
Di Kuelap ada sekitar empat ratus gedung yang mungkin ditempati oleh sekitar 3.500 jiwa. Bandingkan dengan bangunan milik bangsa Inca, Manchu Picchu yang terkenal. Kompleks ini (Kuelap) menunjukkan bahwa bangsa Chachapoyas pada 1000 tahun lalu telah mampu membuat suatu yang luar biasa.
Siapa yang tahu, apalagi yang akan ditemukan di pedalaman andes amazon? Semua memang masih misteri, seperti misteriusnya Chachapoyas. Minimnya catatan tentang suku ini memunculkan pesimis apakah bisa menguak kisah "orang-orang awan" ini.

23 Feb 2010

Misteri 11 hari Yang Hilang dari Kehidupan Agatha Christie

Kita telah membaca puluhan novel misterinya. Kita juga mengenal tokoh detektif ciptaannya, Hercule Poirot, yang sama termashyurnya dengan Sherlock Holmes. Namun misteri paling terkenal yang diciptakan Agatha Christie bukan terdapat dalam salah satu novelnya, melainkan terjadi pada kehidupan nyatanya. Pada tahun 1926, ia menghilang begitu saja selama 11 hari dan misteri ini boleh dibilang tidak bisa terjawab dengan sempurna hingga 80 tahun berikutnya.

Agatha Christie lahir pada tanggal 15 September 1890 dengan nama Agatha Mary Clarissa Miller. Pada awalnya, ia menjalani kehidupan sebagai penulis novel romantis dengan nama samaran Mary Westmacott. Namun ia kemudian lebih dikenal sebagai penulis 80 novel misteri yang didominasi oleh dua tokoh unik, detektif Belgia, Hercule Poirot, dan seorang perempuan tua bernama Miss Jane marple yang juga memiliki kemampuan detektif.

Pada tahun 1914, ia menikah dengan Archibald Christie, seorang pilot pesawat tempur, dan menjalani kehidupan pernikahan yang tidak bahagia karena suaminya mulai berselingkuh dengan seorang perempuan bernama Nancy Neele.

Pada tahun 1919, ia melahirkan anak satu-satunya yang diberi nama Rosalind. Pada tahun 1920, tahun dimana suaminya mulai berselingkuh, ia menerbitkan novel misteri pertamanya dengan tokoh detektif ternama Hercule Poirot yang berjudul "The Mysterious Affair at Styles" atau "Pembunuhan di Styles".

Novel ini, kemudian mengangkat nama Agatha Christie menjadi salah satu penulis ternama di inggris, sejajar dengan Sir Arthur Conan Doyle.

Lalu sebuah misteri benar-benar terjadi di kehidupan nyata Agatha Christie.

Semuanya dimulai pada hari jumat tanggal 8 Desember 1926. Pada saat itu, Christie telah menulis enam novel, dimana salah satu diantaranya 'The Murder of Roger Ackroyd" menjadi salah satu best seller.

Pukul 21:45, Christie sedang ada di rumahnya di Berkshire. Lalu, ia naik ke lantai atas, mencium putrinya, Rosalind, yang sedang tidur dan meninggakan sebuah catatan untuk sekretarisnya yang mengatakan bahwa ia berniat pergi ke Yorkshire. Ia masuk ke mobil dan mengendarainya keluar rumah.

Beberapa waktu kemudian, mobil Morris Cowley yang ditumpanginya ditemukan dalam keadaan kosong di dekat sebuah danau di simpang Newlands dekat Guildford. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Christie. Polisi segera menyelidiki kasus ini.

Selama 11 hari berikutnya, seluruh Inggris dipenuhi dengan berita menghilangnya penulis itu. Bahkan harian The New York Times juga memuat berita ini di halaman utamanya. lebih dari 15.000 sukarelawan turut mencari keberadaannya. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, pesawat terbang dimanfaatkan untuk membantu pencarian orang hilang.

Hebatnya, semua elemen kisah misteri yang bisa ditemukan pada novel Christie juga bisa ditemukan pada peristiwa ini.

Misalnya, mobilnya ditemukan di dekat sebuah danau yang disebut "The Silent Pool", yang merupakan lokasi kematian seorang anak perempuan muda dan kakak laki-lakinya yang tenggelam. Banyak yang menduga, Christie, mungkin telah bunuh diri dengan terjun ke danau itu. Namun, polisi yang memeriksa seisi danau tidak bisa menemukan mayatnya.

Karena Christie adalah seorang penulis misteri, banyak yang menduga bahwa aksi menghilangnya penulis ini hanyalah sebuah tindakan publisitas untuk mempromosikan novel-novelnya.

Sebagian lainnya menduga bahwa Christie mungkin telah dibunuh oleh suaminya, Archie Christie yang tidak setia.

Demikianlah kehebohan yang tercipta selama 11 hari itu.

Jika yang menghilang adalah seorang masyarakat biasa, mungkin tidak akan menarik perhatian yang begitu besar. Namun karena Christie telah menjadi figur yang sangat ternama, menteri dalam negeri saat itu, William Joynson-Hicks, sampai-sampai mendesak kepolisian untuk bekerja lebih keras mengungkap kasus ini.

Bahkan rekannya sesama penulis misteri, Sir Arthur Conan Doyle, yang menciptakan tokoh Sherlock Holmes, dan Dorothy L Sayers, penulis misteri seri Lord Peter Wimsey, juga ikut bereaksi.

Conan Doyle yang dikenal sebagai seseorang yang tertarik dengan dunia paranormal bahkan mengambil sarung tangan Christie dan memberikannya kepada seorang medium (paranormal), sementara Sayers menyelidiki kasus ini dengan mengunjungi lokasi menghilangnya Christie. Di kemudian hari, Sayers menulis sebuah novel berjudul "Unnatural Death" yang didasarkan pada peristiwa ini.

Sebelas hari setelah Christie menghilang, kehebohan itu berakhir. Ia ditemukan selamat. Namun semuanya menjadi semakin misterius karena kondisi yang menyertai penemuannya.

Selama menghilangnya, Christie ternyata menginap di hotel Swan Hydropathic di Harrogate dengan menggunakan nama yang berbeda, Teresa Neele.

Beberapa tamu mengenalinya sebagai Agatha Christie dari foto yang terpampang di surat kabar. Namun ketika ditanya, ia hanya tertawa. Jadi petugas hotel yang curiga segera memanggil polisi yang kemudian mengundang suaminya, Archie Christie, untuk mengidentifikasinya. Ketika melihat suaminya, kalimat pertama yang keluar dari mulut Christie adalah 'Fancy, my brother has just arrived'.

Agatha Christie dan suaminya diperiksa oleh polisi. Namun, Christie yang kemudian mulai sadar, mengakui bahwa ia tidak mengerti mengapa ia bisa menginap di hotel itu dengan menggunakan nama lain.

Kasus ini kemudian tidak diperpanjang karena polisi beranggapan kalau Christie telah mengalami amnesia. Tapi jawaban atas kasus ini sesungguhnya tidak pernah benar-benar terungkap. Apakah Agatha Christie mengalami amnesia ? Apakah ini adalah perbuatan yang disengaja ?

Ada tiga teori yang paling populer mengenai penyebab peristiwa itu.

Pertama, Christie mungkin sengaja melakukan semuanya itu sebagai publisitas untuk melariskan novel-novelnya. Ini diperkuat dengan adanya unsur-unsur misteri yang ditemukan pada kondisi menghilangnya.

Kedua, Christie melakukannya dengan sengaja sebagai protes karena rencana suaminya untuk menghabiskan akhir pekan dengan selingkuhannya di sebuah rumah dekat lokasi ditinggalkannya mobil.

Teori ini sesungguhnya sangat masuk akal. Pada tanggal 8 Desember itu, malam yang sama sebelum Christie menghilang, mereka bertengkar karena suaminya menceritakan niatnya tersebut. Bahkan, bukan cuma sebagai protes, Christie mungkin telah menghilang dengan tujuan membuat suaminya malu dengan menjadikannya sebagai tersangka pembunuhan. Jika ini tujuannya, sepertinya ia cukup berhasil karena selama ia menghilang, polisi memang memeriksa Archie secara intensif mengingat ia memiliki motif karena perselingkuhannya. Polisi bahkan juga membuntuti dan menyadap telepon rumahnya.

Teori ini juga diperkuat dengan adanya fakta bahwa Christie telah mendaftar di hotel dengan nama Teresa Neele, nama yang memiliki nama belakang sama dengan selingkuhan suaminya, Nancy Neele.

Teori ketiga dan yang paling baru datang dari Andrew Norman, seorang dokter dan penulis biografi Christie.

Menurutnya, novelis itu mungkin mengalami apa yang disebut "Fugue state" atau secara teknis dapat disebut "Psycogenic Trance" atau Amnesia yang diakibatkan oleh Trauma, stress atau depresi.

Ini adalah sebuah teori yang juga cukup masuk akal mengingat pada tahun 1926, malam ketika menghilang, Ia dan suaminya bertengkar, bahkan suaminya sempat meminta cerai darinya. Ini menambah depresi yang dialaminya karena ibu Christie baru meninggal dunia satu tahun sebelumnya.

Norman, yang menghabiskan beberapa lama untuk mempelajari kehidupan Christie menemukan indikasi bahwa ia mungkin memang memiliki kondisi mental yang langka ini.

"Kondisi seperti ini, yang memang lebih dimengerti pada masa kini, sesuai dengan gejala-gejala yang dimiliki Christie selama ia menginap di Harrogate," Kata Norman.

Dalam bukunya "The Finished Portrait" yang terbit tahun 2006. Norman menulis bahwa penggunaan nama barunya dan kegagalan mengidentifikasi fotonya sendiri di surat kabar menunjukkan bahwa novelis itu telah mengalami psychogenic amnesia setelah mengalami periode depresi yang berkepanjangan.

"Sifat ini memiliki kecenderungan untuk bunuh diri,"Kata Norman. "Kondisi mentalnya sangat rendah saat itu. Dan mungkin itulah sebabnya ia menulis mengenai karakter bernama Celia dalam novel autobiografinya Unfinished Portrait."

Teori Andrew Norman banyak dianggap sebagai penjelasan paling baik atas misteri menghilangnya Agatha Christie.

Namun, Walaupun begitu, tetap saja tidak ada yang pernah bisa mengetahui dengan pasti jawabannya karena Agatha Christie sendiri menolak untuk membicarakan peristiwa itu hingga kematiannya pada tahun 1976 di Oxfordshire. Jadi, ini adalah sebuah episode misteri sendiri dari kehidupan sang novelis.

Pada tahun 1928, Agatha Christie bercerai dari Archie dan menikah dengan Sir Max Mallowan, seorang arkeolog. Selama hidupnya, ia menulis sekitar 80 novel. Novelnya telah diterjemahkan kedalam 104 bahasa dan terjual lebih dari 2 miliar eksemplar. Ini membuat Guinnes Book of World Record menganugerahkannya sebagai "Penulis paling laris sepanjang sejarah" dan "Penulis paling laris dalam semua kategori".

Sampai saat ini, belum ada yang bisa menggantikan posisinya sebagai "The Queen of Crime", wanita penulis misteri paling laris di dunia.

Fakta menarik :
Novel "Tirai" yang merupakan kasus terakhir Hercule Poirot dan novel "Pembunuhan Terpendam" yang merupakan kasus terakhir Miss Jane Marple ditulis pada masa perang dunia II (1939-1945), namun kedua novel itu, yang memang disiapkan sebagai kasus terakhir dua tokoh ciptaannya, tidak langsung diterbitkan, melainkan disimpan di lemari besi sebuah bank selama 30 tahun lebih dan baru diterbitkan pada akhir masa hidup Christie di tahun 1976.

9 Feb 2010

5 orang termisterius didunia

1. Green Children of Woolpit
Green Children of Woolpit (2 anak hijau dari Woolpit) a/ dua orang anak yg secara misterius muncul di desa Woolpit di Suffolk, Inggris pada abad ke-12. Kedua anak tersebut bersaudara, dan mempunyai kulit yang berwarna hijau (Hulk ???). Selain kulitnya yang hijau, kedua anak tersebut mempunyai penampilan yang normal seperti manusia kebanyakan. Mereka berbicara dalam bahasa aneh yang tidak dikenali dan tidak mau makan apapun kecuali kacang polong.

Setelah lama kelamaan, kulit kedua anak tersebut kehilangan warna hijaunya dan menjadi warna normal seperti warna kulit manusia pada umumnya. Setelah mempelajari Bahasa Inggris, keduanya menjelaskan bahwa mereka berasal dari suatu desa bernama “St. Martin” yang merupakan tempat yang gelap karena matahari tidak bersinar di sana. Ketika sedang menggembala ternak milik ayah mereka, mereka menemukan sebuah sungai dari cahaya dan mengikutinya, sampai tiba-tiba mereka telah berada di Woolpit. Beberapa teori menyatakan bahwa kedua anak tersebut adalah anak dari dimensi lain, atau alien dari luar angkasa.


2. Man In The Iron Mask.
Hmm.. terdengar Familiar ??
Bukan, kita tidak sedang membicarakan Leonardo Di Caprio atau film Man In The Iron Mask yang dimainkan olehnya. Ternyata film tersebut terinspirasi dari seorang tokoh misterius di Perancis.

Man In The Iron Mask (Meninggal November 1973) adalah tahanan yang dikurung di sejumlah penjara di Perancis (termasuk penjara legendaris, Bastille) pada masa pemerintahan Raja Louis XIV. Identitas pria ini tidak pernah diketahui karena tidak ada yang pernah melihat wajahnya yang disembunyikan dalam sebuah topeng kulit berwarna coklat. Sekarang kita tahu, bahwa sejak jaman dahulu, orang suka membesar-besarkan cerita karena pada kisah-kisah yang beredar, diceritakan bahwa topeng tersebut terbuat dari baja yang menjadi awal nama julukan yang diberikan kepadanya.

Menurut surat yang diberikan kepada kepala Penjara di Pignerol (Bénigne Dauvergne de Saint-Mars) tempat pertama pria tersebut dipenjarakan, nama pria tersebut adalah Eustache Dauger. Dalam surat itu juga diinstruksikan agar disiapkan sebuah sel yang dilapisi dengan beberapa pintu (untuk mencegah orang dari luar mendengar suara dari dalam sel). Selain itu, juga dikatakan bahwa bila pria tersebut berbicara kepada orang lain selain untuk hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan pribadinya (contoh: “sipir.. saya mau be’ol..!!” =P ), dia akan dibunuh seketika. Hingga saat ini tidak ada yang tahu siapa identitas sebenarnya dari pria ini tapi ada beberapa rumor yang mengatakan bahwa Ia adalah saudara dari Louis XIV, Putra dari Raja Charles II, Diplomat dari Italia, dan lain-lain.



3. Count of St. Germain
Count of St. Germain, yang diduga meninggal dunia pada 27 Februari 1784 adalah seorang bangsawan, petualang, peneliti amatir, pemain biola, komposer, dan seorang yang misterius. Dia juga menunjukkan beberapa keahlian yang berhubungan dengan ilmu kimia. Mitos, legenda dan spekulasi tentang St. Germain terus berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 dan berlanjut hingga saat ini. Di antaranya terdapat kepercayaan bahwa St. Germain adalah seorang yang immortal (hidup abadi), seorang ahli kimia yang mempunyai “Elixir of Life” (Cairan Keabadian), dan telah meramalkan terjadinya Revolusi Perancis.

Semenjak kematiannya, banyak organisasi Okultisme yang menjadikannya sebagai tokoh panutan yang dihormati, bahkan ada yang menyembah dirinya. Tidak sedikit pula yang mengaku-ngaku sebagai St. Germain atau merupakan jelmaan dari St. Germain.




4. Kaspar Hauser
Pada 26 Mei 1828, seorang remaja terlihat di jalan di Nuremberg, Jerman. Ia membawa sebuah surat yang ditujukan bagi Kapten Resimen Kavalry ke-6 Jerman. Penulis surat misterius yang dibawa oleh Hauser menyatakan bahwa anak tersebut diberikan kepadanya untuk ditahan sejak ia masih bayi, pada 7 Oktober 1812, dan sejak saat itu anak tersebut dikurung di rumah pria tersebut. Hauser mengklaim bahwa sejak ia dapat mengingat sesuatu, ia telah dikurung sendirian di dalam ruangan gelap berukuran 2×1×1.5 meter dengan ranjang dari jerami sebagai tempat tidur dan kuda-kudaan kayu yang diukir dengan tangan sebagai mainannya. Hauser juga mengklaim bahwa orang pertama yang berinteraksi dengannya adalah pria misterius yang mengunjunginya beberapa saat sebelum ia dibebaskan, yang selalu berhati-hati agar wajahnya tidak terlihat oleh Hauser.

Menurut rumor, Hauser adalah Pangeran dari Baden yang dilahirkan pada 29 September 1812 dan meninggal sebulan kemudian. Dirumorkan bahwa Pangeran tersebut ditukar dengan bayi sekarat, sedangkan pangeran yang Asli adalah Hauser yang muncul 16 tahun kemudian di Nuremberg. Pada tahun 2002, University of Munster melakukan analisa DNA yang membandingkan DNA Hauser dan Stephanie de Beauharnais yang dirumorkan sebagai Ibu dari Hauser (Ratu dari Baden). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuens DNA tidak identik tapi deviasi yang ditunjukkan tidak terlalu jauh sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa keduanya sama sekali tidak mempunyai hubungan darah.


5. Babushka Lady
Babushka Lady adalah nama julukan yang diberikan kepada sosok wanita misterius yang terlihat ketika terjadinya pembunuhan presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy. Wanita tersebut terlihat memakai jas panjang berwarna coklat, dan scarf di kepala, seperti yang biasa dipakai oleh para wanita lanjut usia di Russia. Scarf tersebutlah yang menjadi awal julukan babushka yang dilekatkan kepadanya (babushka merupakan bahasa Russia untuk nenek atau wanita lanjut usia). Wanita tersebut terlihat memegang sesuatu di depan wajahnya, yang diyakini merupakan kamera. Dia terlihat di beberapa foto yang mengabadikan lokasi kejadian pembunuhan tersebut. Bahkan setelah keramaian telah berakhir, ia masih terlihat di sana dan memotret dengan kameranya. Beberapa saat kemudian, FBI meminta melalui pengumuman publik agar Babushka Lady menyerahkan hasil jepretan kameranya (mungkin untuk keperluan penyelidikan), namun ia tidak pernah muncul lagi ke depan umum.

Pada tahun 1970, seorang wanita bernama Beverly Oliver, mengaku sebagai Babushka Lady. Namun karena ceritanya mengandung banyak kejanggalan dan inkonsistensi, ia dipercaya sebagai sosok palsu yang ingin numpang tenar =P Hingga saat ini tidak ada yang tahu siapa sosok Babushka Lady yang sebenarnya, apa yang ia lakukan di tempat kejadian pembunuhan dan alasan ia tidak mau menyerahkan hasil jepretan kameranya.

sumber  : dee.lyna

Lihat Juga

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Channelone © 2012

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP