Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

14 Jan 2010

Roda pedati Firaun Ditemukan......

Masih ingat dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara anda menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan dibawah ini.


Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah.

Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Firaun yang tenggelam dilautan tersebut saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.





Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama. Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Fir'aun yang tenggelam di laut Merah.



Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam. Dimana menurut sejarah, kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.

Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas.



Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi-nabiNya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka.

Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Firaun.




Pada gambar diatas, menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.

Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat.

Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.

Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter.

Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan,setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam.

dan berikut adalah gambar mayat / mummy fir'aun.



sudah beberapa ribu taun lamanya fir aun meninggal , ternyata masih bagus seperti itu mayatnya.

mungkin allah ingin membuktikan , ini orang yg mengganggap dirinya tuhan.

12 Jan 2010

Fhoto Mesra Presiden Indonesia dan Pasangannya











8 Jan 2010

Ditemukan Mumi Sumatera Memakai Sanggul



Warga Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, menemukan benda berbentuk mumi di Sungai Selangis Dusun Gunung Ilir, Kecamatan Dempo Utara, Senin.

Penemuan itu tidak jauh dari batu megalit kerbau. Posisi benda tersebut tertimbun tanah dan muncul akibat tanah terkuras air sungai saat terjadi banjir di sekitar sawah milik Irumsyah, warga setempat.

Menurut Irumsyah, benda itu ditemukan sepasang bentuknya hanya tampak berwujud kepala dan setengah badan, sedangkan satu lagi berbentuk seperti perahu dengan ukuran tinggi sekitar 20 centimeter (cm) diameter 15 cm memiliki berat sekitar 1 kilogram.

Dikatakannya, benda berbahan mirip kayu yang sudah mengering diolesi pernis itu, tampak mengkilat dan bila difoto menggunakan kamera seluruh bagian seperti diselimuti lapisan lemak.

Awal penemuan batu ini, menurut dia, melalui mimpi akan terjadi musibah tanah longsor, kemudian akan ada benda muncul tepat berada di lokasi tersebut.

Sesuai firasat mimpi memang terjadi banjir yang disertai longsor cukup besar, dan tidak jauh dari megalit batu kerbau muncul dua buah benda yaitu satu berbentuk badan manusia menyerupai mumi dan satu lagi seperti perahu.

"Batu berbetuk mumi itu memiliki kepala, setengah badan dan banyak guratan seperi lilitan, dan lokasi ditemukan batu tersebut di Sungai Selangis, Dusun Gunung Ilir, Kelurahan Agunglawangan, Kecamatan Dempo Utara," kata Irumsyah, pemilik benda tersebut.

Ia mengatakan, bentuknya cukup aneh seperti kayu tapi keras sama dengan batu sangat mirip dengan manusia yang bersanggul, warna coklat muda berkilau dengan posisi tegak.

"Diperkirakan benda itu sudah berumur ribuan tahun dan kelihatannya buatan tangan manusia, tapi kita kurang paham awal terbentuknya karena saat ditemukan sudah seperti itu," kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Senibudaya, Syafrudin, mengatakan, penemuan sudah sering terjadi terutama batu megalit di daerah Pagaralam, bahkan ada sebagian yang sudah dilakukan pelestarian dengan memagar keliling, namun sebagian lagi masih terbentur dana.

"Kita akan melakukan pendataan semua penemuan sejumlah benda bersejarah termasuk membuat musium tempat menyimpan berbagai benda bersejarah," kata dia lagi.

6 Jan 2010

Asal Usul Nama Hari


Sebagian orang percaya bahwa langit itu berlapis tujuh. ini ada kaitannya dengan tujuh benda langit yang memiliki jarak yang
berbeda. maksudnya benda yang lebih cepat jaraknya dianggap lebih dekat jaraknya. lalu akan digambarkan seolah-olah benda-benda tersebut berada pada lapisan langit yang berbeda-beda dan mereka mengelilingi bumi yang berada di tengah-tengah. Di langit pertama ada Bulan,benda langit yang bergerak cepat sehingga di anggap paling dekat. langit yang kedua ditempati Merkurius ( bintang Utarid).Venus (bintang kejora) ditempat ketiga. kemudian Matahari di posisi empat. Dilangit kelima adalah Mars (bintang Marikh) langit ke enam adlah Jupiter (bintang musytari) dan yang ketujuh adlah saturnus (bintang Ziarah). inilah keyakinan lama yang menganggap Bumi sebagai pusat semesta. Orang-orang dahulu (khususnya Romawi dan Yunani) juga percaya bahwa ketujuh benda langit itu adalah dewa-dewa yang memengaruhi kehidupan di Bumi. Pengaruh-nya bergantian dari jam ke jam, dengan urutan mulai dari yang terjauh (menurut pengetahuan mereka) yaitu Saturnus, sampai yang terdekat yakni Bulan. Pada jam 00.00, Saturnus-lah yang dianggap berpengaruh pada kehidupan manusia. Karena itu, hari pertama disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris, atau Sabtu dalam bahasa Indonesia. Ternyata, jika kita menghitung hari sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1, memang jatuh pada hari Sabtu.
Bila diurut selama 24 jam, jam 00.00 berikut-nya jatuh pada Matahari. Jadi-lah hari itu sebagai hari Matahari (Sunday). Setelah Sun’s day adalah Moon’s day (Monday). Hari berikut-nya adalah Tiw’s day (Tuesday). Tiw adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Mars (dewa perang Romawi kuno). Berikut-nya adalah Woden’s day (Wednesday). Woden adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Merkurius (dewa perdagangan Romawi kuno). Berikut-nya lagi Thor’s day (Thursday). Thor adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Jupiter (dewa Petir, raja para dewa Romawi). Terakhir adalah Freyja’s day (Friday). Freyja adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewi Venus (dewi kecantikan Rowawi kuno).
Jumlah hari yang ada tujuh itu, dalam bahasa Arab, nama-nama hari-nya disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, sampai tujuh, yakni ahad, itsnain, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah. Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini, sehingga menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Hari keenam disebut secara khusus: Jum’at, sebab itu-lah penamaan yang diberi-kan Allah di dalam Al-Qur’an, yang menunjuk-kan ada-nya kewajiban shalat Jum’at berjamaah.
Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis, Dominggo, yang berarti hari Tuhan. Ini berdasar-kan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Tetapi, orang Islam tidak mempercayai hal itu (berbeda agama maka beda pula cerita yang dicerita-kan agama masing-masing), sehingga lebih menyukai pemakaian “Ahad” daripada “Minggu”

5 Jan 2010

Rekor Dunia Yang Masih Dipegang Indonesia



Disamping beberapa kekurangan yang sering melekat di tanah air kita Indonesia, namun ada puluhan rekor dunia yang patut kita banggakan@unic66@@ sebagai warga negara Indonesia karena sampai saat ini blom ada yang mampu memecahkan rekor tersebut dari Indonesia.

24 Rekor Dunia yang sampai saat ini masih dipegang Indonesia




Berikut daftar 24 rekor dunia yang dimiliki Indonesia..

1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia

Terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).

2. Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia
Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia
Dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.

4. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia
Dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.

5. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia.

Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

6. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak
583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.

7. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia

Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.

8. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia

Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).

9. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia

Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.

10. Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945.

RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.

11. Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965.

RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.

12. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).

13. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.


14. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian

cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

15. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.

16. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

17. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.

18. Biodiversity Anggrek terbeser didunia

6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.

19. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia.

Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.

20. Binatang purba yang masih hidup

Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.

21. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia.

Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.

22. Memiliki primata terkecil di dunia

yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan
yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.

23. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.


24. Ikan terkecil di dunia

ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.


Khajuraho, Kuil Paling Erotis Di Dunia

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5d/Khajuraho_tempel_india.jpg

Khajuraho (Hindi: खजुराहो) adalah sebuah desa di negara bagian Madhya Pradesh, yang terletak di Kabupaten Chhatarpur, sekitar 385 mil (620 kilometer) tenggara Delhi, ibukota India.
Gambar

Kelompok yang Khajuraho monumen telah terdaftar sebagai sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, dan dianggap sebagai salah satu "tujuh keajaiban" dari India.

Salah satu tujuan wisata paling populer di India, Khajuraho memiliki kelompok terbesar abad pertengahan kuil-kuil Hindu dan Jain, terkenal atas patung erotis. Nama Khajuraho, kuno "Kharjuravahaka", berasal dari kata Sansekerta yang berarti kharjur kurma.

1. Sejarah

Pada abad ke-27 Kali Yuga yang Mlechcha Utara penyerbu mulai menyerang Rajput India, beberapa Bargujar bergerak ke arah timur ke tengah India, mereka menguasai wilayah Utara-Timur dari Rajasthan disebut Dhundhar dan disebut sebagai Dhundhel / Dhundhela di zaman kuno, untuk wilayah mereka diperintah. Kemudian mereka menyebut diri mereka Bundelas dan Chandelas orang-orang yang berada di kelas yang berkuasa memiliki gotra Kashyap jelas-jelas semua mereka Bargujars pengikut Gurjara - Pratihara kerajaan India Utara yang berlangsung dari 500 Masehi hingga 1300 Masehi dan berada di puncaknya ketika monumen-monumen utama dibangun

The Bargujars juga membangun benteng dan Kalinjar Mahadev Neelkanth candi mirip satu di Taman Nasional Sariska dan Baroli, menjadi pemuja Siwa. Kota ini ibu kota budaya Chandela Rajput, sebuah dinasti Hindu yang menguasai bagian India dari 10 hingga abad ke-12. Ibukota politik Chandelas adalah Kalinjar. Khajuraho kuil-kuil yang dibangun di atas rentang 200 tahun, 950-1.150. The Chandela ibukota dipindahkan ke Mahoba setelah kali ini, tapi Khajuraho terus berkembang untuk beberapa waktu. Khajuraho tidak memiliki benteng karena Raja Chandel pernah tinggal di ibukota budaya mereka.

Seluruh daerah itu dikelilingi oleh dinding dengan delapan gerbang, masing-masing diapit oleh dua pohon palem emas. Ada awalnya lebih dari 80 kuil Hindu, yang hanya 25 sekarang berdiri dalam keadaan wajar pelestarian, tersebar di wilayah sekitar 8 mil persegi (21 km ²).

Kuil-kuil Khajuraho mengalami penghancuran oleh penyerbu muslim awal antara c. 1100-1400 AD sebagai cacat berbagai patung di kompleks candi membuktikan. Saat ini, candi berfungsi sebagai contoh baik gaya arsitektur India yang telah mendapatkan popularitas karena mereka penggambaran eksplisit cara tradisional kehidupan seksual selama abad pertengahan. Lokal yang tinggal di desa Khajuraho selalu tahu tentang dan terus candi sebaik mungkin. Mereka menunjuk kepada seorang pria Inggris pada akhir abad ke-19 dan hutan-hutan telah merugikan semua monumen.

2. Geografi

Khajuraho terletak di / 24,85 ° LU 79,93 ° E. [1] ini memiliki ketinggian rata-rata 283 meter (928 kaki).

3. Demografi
Khajuraho
Lokasi Khajuraho
Khajuraho

Lokasi Khajuraho
di Madhya Pradesh
Negara India
Negara Madhya Pradesh
Kabupaten (s) Chhatarpur
Penduduk 19.282 (2001)
Zona waktu IST (UTC +5:30)
Area
• Ketinggian
• 283 m (928 kaki)

Sebagai india sensus tahun 2001, [2] Khajuraho memiliki populasi 19.282. Pria merupakan 52% dari penduduk dan perempuan 48%. Khajuraho memiliki tingkat melek huruf rata-rata 53%, lebih rendah daripada rata-rata nasional sebesar 59,5%: laki-laki melek huruf adalah 62%, dan perempuan melek huruf adalah 43%. Di Khajuraho, 19% dari penduduk di bawah usia 6 tahun.

4. Arsitektur

Kuil-kuil di Khajuraho, dibangun dengan spiral superstructures, mematuhi India utara candi shikhara gaya dan sering ke Panchayatana rencana atau tata letak. Beberapa kuil yang didedikasikan untuk Jain panteon dan sisanya untuk Dewa-Dewi Hindu - Trio Allah, Brahma, Wisnu dan Siwa, dan berbagai Devi bentuk, seperti candi Jagadambi Devi. Sebuah candi memiliki empat Panchayatana bawahan pada empat sudut tempat-tempat suci dan kuil utama di tengah podium, yang terdiri dari basis mereka. Kuil dikelompokkan menjadi tiga divisi geografis: barat, timur dan selatan.

Dengan kenaikan bergradasi sekunder shikharas (menara) cluster untuk menciptakan basis yang sesuai untuk shikhara utama di atas tempat suci. Kandariya Mahadeva, salah satu kuil yang paling berhasil dari grup Barat, terdiri dari delapan puluh empat shikharas, sedang utama 116 meter dari permukaan tanah.

Khajuraho candi yang terbuat dari batu pasir, mereka tidak menggunakan mortir batu-batu itu diletakkan bersama-sama dengan tanggam dan tenon sendi dan mereka ditahan oleh gravitasi. Bentuk konstruksi memerlukan sendi yang sangat tepat. Architraves kolom dan dibangun dengan megalith yang beratnya sampai 20 ton. [3]

Laksmana kuil di Khajuraho, suatu kuil panchayatana. Dua dari empat tempat suci sekunder dapat dilihat. Pandangan lain

Ini shikharas - bawahan dan utama - atribut ke kuil Khajuraho kemegahan mereka yang unik dan karakter khusus. Dengan munculnya bergradasi shikharas ini dari atas ardhamandapa, teras, untuk mandapa, aula, mahamandapa, aula utama, antarala, serambi, dan garbhagriha, Sanctum Sanctorum, kuil-kuil di Khajuraho mencapai bentuk dan kemuliaan dari puncak Himalaya secara bertahap meningkat. Ini kuil Khajuraho memiliki patung yang terlihat sangat realistis dan bahkan dipelajari hari ini.

The Saraswathi kuil di kampus Birla Institute of Technology dan Sains, Pilani, India adalah model setelah candi Khajuraho.

5. Kronologi

Kuil-kuil telah ditetapkan berikut urutan sejarah oleh Dr Kanhaiyalal Agrawal. [4]
Urutan nama modern Asli Dewa Catatan
1 Chausath Yogini 64 Yoginis Est 9 c.
2 Brahma Wisnu [verifikasi dibutuhkan] grup Timur
Shiva 3 Lalgun Mahadev Contemp ke 2
4 Matangeshwar Siva Dalam ibadah aktif
5 Waraha Waraha
Wisnu 6 Laksmana Vaikuntha Lakshavarma Prasasti
7 Parshvanath Adinath Pahil prasasti 954 M, Jain Compound
Siwa 8 Vishvanath prasasti Dhanga Sam 1059
Awalnya 9 Devi Jagadambi Wisnu tapi hari Parwati
10 Chitragupta Surya
11 Kandariya Mahadeva Shiva Terbesar
12 Wamana Wamana Grup Timur
13 Adinath Jina senyawa Jain
14 Jawari Wisnu grup Timur
15 Chaturbhuja Wisnu Selatan
16 Ujung Selatan Duladev Shiva
17 Ghantai Jina Hanya beberapa kolom yang tersisa

6. Patung dan ukiran dari Khajuraho

Khajuraho candi yang tidak mengandung seksual atau seni erotis di dalam kuil atau di dekat dewa, namun, beberapa eksternal seni ukiran erotis beruang. Selain itu, beberapa candi yang memiliki dua lapisan dinding memiliki ukiran erotis kecil di bagian luar dinding bagian dalam. Ada banyak interpretasi dari ukiran erotis. Mereka menggambarkan bahwa, untuk melihat dewa, seseorang harus meninggalkan nya hasrat seksual di luar kuil. Mereka juga menunjukkan bahwa keilahian, seperti para dewa dalam kuil, adalah murni seperti atman, yang tidak terpengaruh oleh hasrat seksual dan karakteristik lain dari tubuh fisik. Diduga bahwa ini menunjukkan praktik seksual tantra. Sementara itu, kelengkungan eksternal dan ukiran dari candi menggambarkan manusia, tubuh manusia, dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuh manusia, serta fakta-fakta kehidupan. Sekitar 10% dari ukiran mengandung tema-tema seksual; yang dilaporkan tidak menunjukkan dewa, mereka menunjukkan aktivitas seksual di antara manusia. Sisanya menggambarkan kehidupan sehari-hari yang umum pada masa India ketika ukiran itu dibuat, dan berbagai kegiatan dari makhluk lain. Sebagai contoh, mereka menunjukkan penggambaran perempuan mengenakan makeup, musisi, tembikar, petani, dan orang-orang lain. Mereka semua adalah adegan biasa agak jauh dari kuil dewa. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa, karena struktur tua dengan ukiran-ukiran di Khajuraho merupakan candi, ukiran menggambarkan hubungan seks antara dewa-dewa.

Perspektif lain ukiran ini disajikan oleh James McConnachie. Dalam sejarah Kamasutra, McConnachie menggambarkan zesty 10% dari Khajuraho patung sebagai "seni erotis apogee": "memutar, berpinggul lebar dan tinggi layar peri breasted murah hati mereka berkontur dan indah bejewelled bekerja mayat di dinding luar panel. apsaras berdaging ini merajalela di seluruh permukaan batu, memakai make-up, mencuci rambut mereka, main-main, menari, dan tak henti-hentinya knotting dan girdles mereka .... unknotting Selain peri surgawi yang berdesak-desak jajaran griffin, wali dewa dan, yang paling terkenal, mewah maithunas saling terkait, atau bercinta pasangan.



















Foto-Foto Terlarang dari Hindia Belanda

Selasa, 8 Desember diterbitkan buku yang berisikan foto-foto terlarang yang dibuat di Hindia-Belanda - nama Indonesia di zaman kolonial - antara tahun 1945 hingga akhir 1949.



Foto-foto dilarang pemerintah Batavia, karena hanya mau memberikan gambaran yang positif tentang perang ketika itu. Foto tentara yang terluka tembakan, atau penduduk yang ditangkap dan diancam laras senapan, foto-foto yang boleh dibilang kontroversial, tidak pernah muncul di media Belanda. René Kok, Erik Somers dan Louis Zweers menggabungkan hampir 200 foto dalam buku mereka 'Perang Kolonial 1945-1949: Dari Hindia Belanda ke Indonesia. Radio Nederland berbincang dengan Erik Somers, salah satu penulisnya.

René Kok, Erik Somers dan Louis Zweers memang sudah lama menyelidiki berbagai arsip gambar dan juga fotografi mengenai Perang Dunia II. Selain itu mereka juga menyelidiki arsip-arsip foto di periode dekolonisasi Hindia-Belanda antara 1945 hingga 1949. Ketika itu banyak wartawan yang dipakai oleh pemerintah kolonial untuk membuat foto-foto perang. Para wartawan ini diwajibkan untuk menyerahkan semua foto yang dibuat kepada pemerintah Batavia untuk diseleksi, sebelum dikirim ke media di Belanda.

Disensor
Banyak foto yang tidak terseleksi karena dianggap mengandung unsur-unsur yang mengagetkan sehingga bisa meresahkan sanak keluarga serta penduduk Belanda. Foto serdadu yang terluka misalnya, atau tawanan perang, tidak pernah ditampilkan di media.

Sebenarnya periode 1945, setelah 17 Agustus dan 1949, dikenal dengan periode Bersiap, dan setelah itu dimulai aksi agresi I dan II oleh Belanda, dan berakhir dengan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda 27 Desember 1949. Istilah Belanda 'Politionele Actie' memang sengaja tidak digunakan oleh ketiga penulis. Menurut mereka istilah ini digunakan pemerintah Belanda untuk membenarkan aksi di Indonesia yaitu mengembalikan ketenangan dan pemerintahan di Hindia-Belanda, dan digunakan untuk menutup-nutupi apa yang terjadi ketika itu.

Setelah menyelidiki ratusan foto yang ditemukan, ketiganya menyimpulkan, bahwa sejak hari pertama pasukan Belanda datang ke Indonesia, dimulailah periode perang, dalam hal ini perang kolonial.

Memang saat itu banyak foto yang beredar mengenai perang. Tujuan utama buku ini adalah menerangkan kepada rakyat Belanda, bahwa pemberitaan mengenai perang ketika itu, terutama foto, telah terlebih dulu diseleksi, disensor oleh pemerintah, dinas intel dan militer Belanda. Hanya diperlihatkan foto-foto yang sesuai dengan kebijakan pemerintah, kebanyakan foto-foto yang menutup-nutupi dan tidak memperlihatkan situasi yang sebenarnya. Jadi foto-foto yang tidak membuat khawatir sanak keluarga para militer di Belanda. Ketika itu ada 120.000 tentara Belanda dikirim ke Indonesia.

Keadaan sesungguhnya
Foto-foto yang diterbitkan sekarang, justru foto yang dilarang atau ditolak oleh badan sensor, tapi oleh karena satu dan lain hal masih tetap disimpan di berbagai badan arsip. Foto-foto ini menunjukkan gambaran lain tentang perang, kekerasan, teror dan lainnya, atau gambaran perang sesungguhnya.

Rakyat Belanda tidak boleh merasa khawatir akan nasib tentara, sanak keluarga mereka yang ditugaskan ke Hindia-Belanda. Itulah tujuan utama. Setiap bentuk keresahan, apalagi tentangan terhadap perang ini membawa dampak negatif bagi pemerintah dan pimpinan militer Belanda ketika itu. Termasuk foto-foto di mana penduduk Indonesia menyambut gembira pasukan Belanda yang ketika itu dianggap sebagai 'pembebas'.

Kebijakan yang sama juga digunakan pemerintah Amerika Serikat dalam perang Irak. Dan juga di Afghanistan. Foto-foto yang dipublikasi sebisa mungkin tidak membuat orang bereaksi negatif. Foto-foto yang dibuat fotografer embedded, dan dibuat berdasarkan permintaan pemerintah atau militer.

Foto-foto ini bertolak belakang dengan cerita para serdadu yang kemudian kembali ke Belanda. Setibanya di tanah air mereka merasa tidak dihargai, karena gambaran publik tentang perang itu sangat positif. Tidak ada kejahatan, kekerasan, teror atau aksi berdarah.

Selain itu Belanda juga perlahan-lahan harus menerima bahwa mereka kehilangan wilayah koloni dan dari awalnya perang ini sudah dianggap gagal. Satu hal yang sudah pasti tidak menimbulkan simpati publik.

Reaksi
Banyak reaksi diterima ketiga penulis, terutama dari kalangan veteran KNIL di Belanda. dan juga dari anak-anak mereka, generasi kedua setelah perang. Buku ini, dan terutama foto-foto tersebut menjelaskan mengapa ayah mereka tidak mau berbicara tentang perang. Atau justru bercerita banyak mengenai berbagai kekerasan yang terjadi di saat perang, menjelang akhir hayat mereka. Dengan kata lain buku ini menceritakan sisi negatif dari perang.


Koloniale Oorlog: 1945-1949
René Kok, Erik Somers, Louis Zweers
Penerbit Carrera
ISBN: 978 90 488 0320 0

Terbit mulai 8 Desember 2009

Seorang pemuda yang terluka diberi pertolongan medis oleh anggota brigade marinir Belanda


Operasi Quantico. Seorang serdadu marinir terlihat mengancam sekelompok warga Indonesia yang diintrogasi


Operasi Quantico. Seorang pemuda ditarik rambutnya agar keluar dari tempat persembunyian


Presiden Soekarno dan Ibu Fatmawati dielu-elukan oleh warga Indonesia, setelah berpidato di Yogyakarta, November 1949




Lihat Juga

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Channelone © 2012

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP